Senin, 21 November 2011

MASUKNYA PAHAM-PAHAM BARU DAN PENGARUH PERISTIWA PERISTIWA PENTING DUNIA TERHADAP PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA

MASUKNYA PAHAM-PAHAM BARU
DAN PENGARUH PERISTIWA PERISTIWA PENTING DUNIA TERHADAP PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA


1. Perkembagan Nasionalisme di Asia Afrika

Terjadinya Revolusi Perancis, Revolusi Industri dan Perang Kemerdekaan telah berakibat berkembangnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika pada abad ke-19. paham nasionalisme, liberalisme, sosialisme dan demokrasi. Untuk bangsa Asia dan Afrika munculnya paham nasionalisme sangat mempengaruhi bentuk perlawanan rakyat dalam menentang dominasi asing. Tujuan dari perlawanan nasional di Asia Afrika adalah menghancurkan pemerintah kolonial barat, menghentikan eksploitasi terhadap bidang perekonomian serta membangun negara nasional yang demokratis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya nasionalisme di Asia Afrika adalah sebagai berikut :

Pandangan dari Joseph Ernest Renan mengenai bahwa keinginan bangsa untuk hidup bersama didorong oleh rasa kesetiakawanan yang agung. Pandangan dari Otto Bauer mengenai munculnya persamaan karakter dari satu kelompok manusia karena persamaan nasib pandangan mengenai sekelompok manusia yang tinggal didaerah yang sama akan memiliki semangat kebangsaan.
Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 di Manchuria. Peristiwa ini telah menghilangkan rasa rendah diri dalam bangsa Asia Afrika dan melahirkan kepercayaan bahwa bangsa Asia Afrika dapat mengalahkan bangsa Barat.
Perang Dunia I (1914 – 1918). Peristiwa ini mengakibatkan bangsa Eropa memusatkan perhatiannya pada daratan Eropa yang menjadi medan pertempuran sehingga bangsa Asia Afrika memiliki peluang untuk menuntut kemerdekaan dan membebaskan diri dari cengkraman penjajah.
Revolusi Rusia tahun 1917. Peristiwa ini meningkatkan lahirnya gerakan anti penjajahan dan anti kapitalisme serta berkembangnya Sosialis Komunis.
Krisis ekonomi 1929. Negara-negara kolonial berusaha mengingkatkan pengurasan bahan-bahan mentah terhadap daerah-daerah koloni sebagai daerah produsen dan bahan baku. Pemerasan ini menimbulkan perlawanan yang lebih radikal.
Pada akhir Perang Dunia II muncul Piagam Atlantik yang menjadi acuan perjuangangan hak-hak asas manusia didunia terutama negara-negara terjajah untuk memperjuangkan perjuangan nasional.

Pelaksanaan Nasionalisme di Asia Afrika adalah sebagai berikut :
1. Nasionalisme Jepang
Politik isolasi yang dilaksanakan pemerintah Shogun sejak abad 17 tidak dapat menghindarkan Jepang dari ambisi Amerika Serikat untuk membuka pelabuhan-pelabuhan di Jepang untuk bangsa asing. Dengan masuknya bangsa asing melalui pelabuhan Shimoda, Hakkodate, Kobe, Tokyo, Osaka, Niigata, Yokohama, menyebabkan munculnya gerakan anti Shogun yang berhasil menurunkan Shogun. Sehingga kendali pemerintahan kembali berada ditangan kaisar. Saat Jepang dipimpin oleh Kaisar Meiji terjadi pembaharuan dalam bidang pemerintahan, pendidikan, ekonomi dan militer. Jepang kemudian berkembang menjadi negara imperialis di Asia yang berhasil menguasai negara lain.

2. Nasionalisme China.
Politik isolasi juga diterapkan China yang kemudian berhasil dibuka oleh Inggris melalui perang Candu yang mengakibatkan China harus menyerahkan wilayah Hongkong dan membuka pelabuhan-pelabuhan untuk bangsa Barat.
Akibat penindasan bangsa Barat di China muncul pemberontakan dipelopori oleh Dr. Sun Yat Sen yang meletus di Wu Cang pada tanggal 10 Oktober 1911 dan terkenal sebagai Revolusi Double Ten.



3. Nasionalisme India.
Gerakan nasionalisme di India diawali dengan pemberontakan pasukan Sepoy yang menentang Inggris pada tahun 1857. Pemberontakan Sepoy kemudian diikuti bermunculannya organisasi-organisasi nasional seperti All Indian National Congres, Rama Khrisna, Brahma Samaj, dengan tujuan menentang imperialisme yang dilakukan oleh Inggris. Tokoh terkenal diantaranya Nehru dan Mahatma Gandhi dengan dasar perjuangan yaitu Ahimsa, Hartal, Satya Graha, dan Swadesi.

4. Nasionalisme Turki
Kerajaan Turki Usmani pada abad ke-16 merupakan kerajaan besar yang sangat disegani baik diwilayah Afrika, Asia maupun Eropa. Tetapi kerajaan besar ini pada abad ke-19 dijuluki The Sick man of Europe, hal ini disebabkan sultan-sultan yang bersifat besar dan kuat tidak ada lagi. Tentara Janisari yang diandalkan berubah menjadi pengacau kerajaan. Sehingga wilayah-wilayah yang semula dikuasai Turki Usmani satu persatu melepaskan diri dan menjadi negara yang merdeka. Keadaan ini menimbulkan semangat nasionalisme dikalangan tokoh-tokoh muda untuk mengadakan pembaharuan disegala bidang. Dalam perkembangannya, nasionalisme tokoh muda melahirkan Gerakan Turki Muda.
Ketika berlangsung Perang Dunia II, Turki memihak blok sentral sehingga berada dalam pihak yang kalah. Berdasarkan hasil perjanjian Sevres, Turki harus menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu. Akan tetapi para pemimpin Turki Muda tidak mau menyerah. Pada tahun 1919 meletus Revolusi Turki Muda yang berhasil merebut kekuasaan dari Sultan Hamid II pada tahun 1923. Sejak keberhasilan tersebut Kesultanan Turki di hapuskan dan berubah menjadi republik Turki yang diproklamasikan pada tanggal 29 Oktober 1923. Presiden pertama adalah Mustafa Kemal Pasha yang mendapat gelar Mustafa Kemal Ataturk (bapak bangsa Turki) karena berjasa dalam mengadakan pembaharuan di segala bidang.



5. Nasionalisme Mesir
Sejak terusan Suez dibuka tahun 1869, negara-negara Eropa terutama Inggris, Perancis saling berlomba memperebutkan pengaruhnya di Mesir. Pengaruh kekuasaan Inggris di Mesir semakin kuat sejak tahun 1875. pada waktu itu raja muda Ismail menjual sebagian besar saham Terusan Suez milik Mesir kepada Inggris. Akibat kebijakan Inggris dan Perancis yang turut campur tangan dalam pemerintahan rakyat Mesir merasa dirugikan sehingga menimbulkan gerakan nasionalisme untuk menentang imperialisme barat yang ditandai dengan munculnya pemberontakan Arabi Pasha.
Mesir memperoleh kemerdekaan pada tahun 1922. Saat Mesir diperintah Gamal Abdul Naser. Inggris harus meninggalkan Terusan Suez pada tanggal 9 Oktober 1954. Setelah Inggris meninggalkan Mesir, Gamal Abdul Naser berniat memakmurkan negara dengan cara membangun bendungan Aswan. Untuk keperluan itu pada tahun 1956, Gamal Abdul Nasser berusaha menasionalisasi Terusan Suez.
2. Perang Dunia dan Usaha-usaha Perdamaian.

Perang Dunia I.

Perang Dunia I terjadi pada tahun 1914 - 1918 yang merupakan perang antara negara-negara Eropa. Sebab-sebab terjadinya Perang Dunia I antara lain :

Sebab umum :
Terjadinya pertentangan antar negara :
Pertentangan antara Inggris dengan Jerman akibat persaingan ekonomi, angkatan perang, dan perebutan daerah jajahan.
Pertentangan antara Perancis dengan Jerman akibat adanya Revance Idea (semangat balas dendam) karena Perancis dikalahkan Jerman tahun 1870.
Pertentangan Rusia dengan Jerman yang disebabkan oleh :
Jerman tidak bersedia membantu pembangunan Rusia
Jerman membantu Turki sedangkan Turki adalah musuh Rusia akibat menghalangi Rusia dalam melaksanakan politik air hanyat di Laut Tengah.

Politik Aliansi (persekutuan). Negara-negara Eropa mendirikan :
Triple Alliansi (Driebund) yang terdiri dari Jerman, Italia, dan Austria. Ketiganya disebu negara Sentral (As) karena terletak di tengah Eropa
Etente Cordiale , antara Inggris dan Perancis.
Triple Etente yang terdiri dari Inggris, Perancis, dan Rusia.



Perlombaan senjata akibat perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkembang ungkapan “sivice pacem para bellum” (Jika ingin damai bersiaplah untuk perang). Masing-masing negara saling curiga jika lawan mereka akan melakukan serangan mendadak, sehingga kaum industrialis diarahkan untuk menciptakan senjata modern untuk dapat dijual kepada negara-negara yang bermusuhan.





Sebab Khusus :

Pada tanggal 28 Juni 1914 putra mahkota Austria yang bernama Frans Ferdinand terbunuh di Serajevo, Bosnia. Pembunuhnya adalah Gabriee Princip, seorang anggota polisi rahasia dari Serbia. Peristiwa tersebut dijadikan alasan Austria untuk melebarkan daerah kekuasaannya di Balkan dengan menguasai Serbia.
Austria menyatakan perang terhadap Serbia tanggal 28 Juli 1914. disusul Jerman menyatakan perang terhadap Rusia tanggal 1 Agustus 1914, kemudian Perancis terhadap Jerman tanggal 3 Agustus 1914, dan Inggris terhadap Jerman tanggal 4 Agusutus 1914.

Jalannya Perang :

Negara yang terlibat Perang Dunia I adalah blok sentral (Jerman, Austri, Turki, Italia, dan Bulgaria) melawan blok sekutu (Perancis, Inggris, Rusia dan Amerika Serikat). Sebelumnya Amerika Serikat bersikap netral, tetapi akhirnya bergabung dalam blok sekutu dengan alasan :

Kepentingan ekonomi; Jeraman mengumumkan perang kapal perang tidak terbatas sehingga banyak kapal dagang Amerika Serikat yang menjadi korban terkena tembakan.
Kepentingan politik ; Angkatan Laut Amerika Serikat menangkap telegram rahasia Jerman yang ditujukan pada Mexico agar menyatakan perang terhadap Amerika Serikat.



Akhir Perang Dunia I.

Perang Dunia I dimenangkan oleh blok sekutu dengan perjanjian Versailles antara Jerman dengan Sekutu. Tokoh yang menandatangani perjanjian adalah Woodrow Wilson (USA), Loyd George (Inggris), Clementeau (Perancis), dan Orlando (Italia). Isi perjanjian antara lain :

Jerman menyerahkan daerah Elzas dan Lotharingen pada Perancis.
Jerman mengganti kerugian perang.
Jerman melepaskan semua daerah jajahan dan diserahkan pada sekutu.
Kapal-kapal dagang Jerman diserahkan kepada Inggris
Angkatan perang Jerman diperkecil

Sebab-sebab kekalahan Blok Sentral antara lain :

Jumlah negara-negara Sekutu lebih banyak, apalagi setelah Amerika Serikat ikut berperang dipihak Sekutu.
Terjadi perpecahan di Blok Sentral. Italia yang semula ikut di Blok Sentral ternyata berbalik menyerang karena menginginkan daerah-daerah yang dikuasai Austria.
Terjadi pemberontakan rakyat di negera-negara Sentral yang bosan perang dan tidak mau lagi mendukung pemerintahnya.

Akibat-akibat Perang Dunia I.
Ekonomi : perekonomian dunia kacau, banyak negara yang mengubah sistem perekonomiannya untuk mengatasi kesulitan, seperti :
Italia dengan sistem Korporasi
Jerman dengan program empat tahun
Amerika Serikat dengan program New Deal
Turki dengan Etatisme



Politik : terjadi perubahan-perubahan peta politik dunia :
Kerajaaan-kerajaan besar berubah menjadi republik yang sempit. (Rusia, Austria, Turki, Hongaria, dan Jerman)
Muncul negara-negara baru (Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Mesir, Irak, Libanon)
Negara-negara pemenang perang memperoleh tambahan wilayah :
Inggris mendapat Israel dan Kamerun
Perancis mendapat Syria dan Libanon
Jepang mendapat kepulauan Carolina dan Mariana



Lahirnya faham-faham baru (Naziisme, Fasisme, dan Komunisme)

Sosial : kaum buruh mempunyai kedudukan yang penting karena dibutuhkannya produksi alat-alat perang. Posisi mereka menjadi kuat sehingga memperoleh jaminan hidup yang lebih baik. Emansipasi wanita semakin kuat, mereka aktif memberikan bantuan, kususnya dibidang kesehatan.



Liga Bangsa-Bangsa

Untuk menciptakan perdamaian, Woodrow Wilson pada tanggal 8 Januari 1918, mengumumkan 14 pasal perdamaian dunia (Wilson’s Fourteen Points)
Untuk mewujudkan usulan dari Wilson, maka dibentuklah Liga Bangsa-Bangsa yang berkedudukan di Jenewa (Swiss) dengan tujuan :

Menjaga perdamaian dunia
Memajukan hubungan persahabatan antarbangsa
Memajukan kerjasama internasional dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya
Menaati hukum dan perjanjian internasional

Badan organisasi dalam LBB adalah :

Majelis Umum
Dewan Eksekutif
Mahkamah Internasional

Tetapi LBB tidak dapat melaksanakan tugasnya sehingga terjadi Perang Dunia II. Hal ini disebabkan karena :

Tidak adanya peraturan yang bersifat memaksa.
Tidak ada alat kekuasaan untuk memberi hukuman bagi pelanggarnya
LBB lemah terhadap negara-negara Besar
LBB terseret pada masalah politik





Lahirnya Naziisme dan Fascisme
Naziisme adalah suatu faham kebangsaan yang sempit yang muncul di Jerman dibawah pimpinan Adolf Hitler yang menganggap bahwa bangsa Jerman adalah ras manusia yang paling unggul, dan diperintahkan untuk memerintah bangsa lain (Deutsland Uber Alles). Melalui partai Nazi (National Sozialistische) yang didirikan tahun 1919 Hitler menanamkan pengaruhnya atas dasar buku Mein Kampf (Perjuanganku) yang ditulisnya sendiri.

Kekalahan Jerman pada Perang Dunia I, menyebabkan Jerman yang berbentuk kekaisaran diganti dengan republik (1919) yang dipimpin Presiden Ebert. Pada tahun 1926 digantikan oleh Presiden Von Heidenberg. Kedua pemimpin ini tidak berhasil menyelamatkan Jerman dari kesulitan akibat perang, sehingga muncul ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Pada saat inilah munculnya Naziisme, yang menumbuhkan aliran Chaufinisme (Nasionalisme yang berlebihan). Rakyat Jerman menerima ajaran Chaufinisme untuk membalas dendam terhadap negera-negara Eropa yang mengalahkannya. Perjanjian Versailles dianggap sebagai penghinaan.
Pada tahun 1933, partai NAZI memperoleh dukungan yang besar dalam pemilu sehingga Hitler menjadi pemimpin Jerman. Ia menerapkan politik Lebensraum yaitu berusaha mencari ruang hidup yang lebih luas dengan merebut dan menguasai negara-negara Eropa disekitarnya. Chauvinisme yang dikembangkan Hitler antara lain bahwa ras Bangsa Jerman (Arya) tidak boleh dikotori oleh bangsa Yahudi. Jerman harus mempunyai angkatan perang yang kuat dan seorang pemimpin yang kuatpula yang disebut Fuhrer, yaitu Hitler sendiri.. Orang Jerman dilarang kawin dengan Yahudi. Karena bangsa Yahudi menguasai ekonomi Jerman, maka bangsa Yahudi dikejar-kejar, ditahan dan dihukum mati, dengan politik lebensraum, Jerman berusaha menguasai Austria, Cekoslowakia dan Polandia. Penyerbuan terhadap Polandia inilah yang kemudian menjadi sebab pecahnya Perang Dunia II.

Fasisme.; Setelah Perang Dunia I selesai, rakyat Italia hidup dalam penderitaan. Pengangguran meningkat, kemunduran industri, inflasi dan terjadinya pemogokkan-pemogokkan. Akibatnya muncul kekecewaan rakyat terhadap pemerintah. Dalam situasi demikian golongan ultranasionalisme (Patriotisme yang berlebihan) mendapat dukungan luas. Golongan ini dihimpun dalam wadah Partai Fasis Nasional Combattimento, yaitu ikatan veteran Perang Dunia I pimpinan Benito Musolini.

Fasisme adalah paham tentang pengaturan pemerintah dan masyarakat secara totaliter oleh kekuasaan partai tunggal yang mengedepankan semangat nasionalis, rasionalis, militeris dan imperialis. Pada tahun 1922, Mussolini berhasil berkuasa di Italia, ia mengajak seluruh rakyat untuk menjalankan tugas suci yaitu mengembalikan masa kejayaan Romawi Kuno.
Dengan tangan besi, ia mengajarkan bahwa setiap individu harus menempatkan kepentingan negaranya di atas segala-galanya. Negara hanya berada ditangan seorang pemimpin yang disebut Il Duce (sang pemimpin) yaitu Musolini. Ekspansi mulai dilaksanakan pada tahun 1935 dengan menduduki Abessinia. Dan untuk memperkuat angkatan perangnya ia mengadakan hubungan dengan Hitler dari Jerman dan Hirohito dari Jepang.

Perang Dunia II. (1939 – 1945)
Sebab-sebab terjadinya perang
Sebab Umum ;
Kegagalan LBB
Politik aliansi(politik mencari kawan)
Revance Idea (balas dendam) dari pihak yang kalah dalam Perang Dunia I.
Pertentangan paham antara fasisme dengan liberalisme dan komunisme
Persaingan negara-negara imperialis
Perlomban senjata.



Sebab Khusus ;
Jerman menyerbu Polandia (1 September 1939)
Jepang menyerbu Cina (1937)
Penyerbuan Jepang terhadap Pearl Harbour

Jalannya Perang.

Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II adalah blok Sekutu ( Inggris, Perancis, Rusia, Amerika Serikat, Cina), dan blok sentral ( Jerman, Italia, dan Jepang). Jalannya perang terjadi di beberapa medan pertempuran, antara lain :

Medan Eropa Barat.
Jerman dengan siasat kilat (Blitkrieg) menyerang Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia dan Luxember.
Tentara Gabungan Belanda, Belgia dan Perancis yang dipimpin Jenderal Gamelin dihancurkan Jerman.
Tentara Inggris yang dipimpin oleh Lord Gort tidak mampu bertahan dan meninggalkan medan perang Dunquerruer kembali ke Inggris

2). Medan Eropa Timur.

Polandia jatuh ketangan Jerman dibawah pimpinan Von Rundsted
Jerman menduduki Rumania, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia.
Rusia menduduki Polandia Timur, Esthonia, Latvia, dan Lithuania.
Timbul perlawanan gerilya rakyat Yugoslaia yang dipimpin Joseph Bros Tito.

3). Medan Afrika Utara

Pasukan Italia menduduki Ethiopia dan mendapat serangan dari pasukan Inggris dibawah komandan Jenderal Cunningham
Somalia dan Kenya jatuh ketangan Inggris
Jenderal Erwin Romel yang mendapat julukan singa padang pasir memimpn Korps Afrika
Usaha Jerman dan Italia menyerbu Mesir digagalkan pasukan Inggris dibawah komandan Letnan Jenderal Bernard L Montgomery
Tentara dari blok sentral terjepit dan menyelamatkan diri ke Eropa dan sebagian lagi menyerah di Cape Bon pada bulan April 1943.

Medan Eropa Selatan

Pasukan Amerika Serikat dibawah komandan Jenderal Mark W. Clark mendarat di Italia dan berhasil merebut Garis Gustaf yaitu garis pertahanan Italia-Jerman, menduduki kota Roma, dan merebut Garis Gothik di sebelah utara Apenina.

Perang Pasifik
Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 8 Desember 1941.
Serangan Jepang ke Asia: Hongkong (25 Desember 1941), Malaysia (Februari 1942), Burma (Mei 1942), dan Philipina.
Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang tanggal 8 Maret 1942



Akhir Perang Dunia II.

Perang Dunia II dimenangkan oleh Sekutu. Negara Italia adalah negara yang pertama kali dikalahkan hal ini disebabkan karena adanya golongan antifacis rakyat Italia dibawah pimpinan Badoglio yang bekerja sama dengan Sekutu. Kemudian Jerman juga menyerah setelah dijepit Rusia dari Timur dan sekutu dari Barat-Selatan yang menyebabkan Gustav Jodl dan Laksamana Hans George von Fredeberg menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada bulan Mei 1945. Sedangkan Jepang menyerah setelah dijatuhkannya bom atom kota Hiroshima (6 Agustus 1945) dengan kata sandi Litle boy dan Nagasaki (9 Agustus 1945) dengan kata sandi Fat-man.

Sebab-sebab kekalahan blok sentral antara lain :

tidak memiliki sumber alam yang penting untuk peperangan
jumlah anggota sekutu lebih banyak dengan daerah jajahan yang banyak dan memiliki sumber bahan strategis
masuknya Rusia kedalam blok demokrasi menyebabkan pihak fasis memperoleh lawan rangkap (komunis dan demokrasi)
majunya teknologi pihak sekutu

Dan untuk mengakhiri perang tersebut ditandatangani perjanjian, yaitu :
1). Perjanjian Postdam yang berisi :

Jerman dibagi menjadi 2 (dua) Jerman Barat dan Jerman Timur
Berlin (ibukota) dipecah
Jerman dikurangi angkatan perangnya
Daerah Danzig dikuasai Polandia
Jerman harus membayar kerugian perang.
Pelaku penjahat perang diadili

2). Perjanjian San Fransisco, berisi antara lain :

Kepulauan Jepang diperintah Amerika Serikat
Kepulauan Kuril dan Sakalin diserahkan pada Rusia
Penjahat perang dihukum
Jepang harus membayar kerugian perang.



Akibat Perang Dunia II
Dibidang Politik
banyak negara-negara di Asia Afrika memperoleh kemerdekaan
meluasnya Komunisme Internasional yang menimbulkan perubahan perimbangan kekuatan dunia
timbulnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia
politik pecah belah yang dilakukan oleh negara adidaya untuk kepentingan sendiri di negara lain.

Dibidang Ekonomi
perekonomian dunia mengalami kekacauan
Amerika serikat memberikan bantuan ekonomi melalui berbagai program antara lain:
Truman Doctrin, bantuan ekonomi kepada Turki dan Yunani.
Point Four Truman, bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act) kepada negara-negara terbelakang, termasuk Jerman dan Jepang yang kalah perang.
Marshall Plan, bantuan ekonomi, keuangan, dan militer kepada negara-negara Eropa yang hancur akibat perang.



Dibidang Sosial
Golongan cerdik pandai semakin kuat kedudukannya, karena tanpa penemuan mereka peperangan tidak dapat dimenangkan. Usaha mengadakan dan meningkatkan penelitian untuk kepentingan manusia terusdilakukan.
Terbentuknya berbagai badan-badan rehabilitasi sosial untuk:
menyediakan bahan makanan, perumahan dan kesehatanbagi korban perang
mengurus para pengungsi
upaya pengolahan kembali tanah-tanah pertanian yang rusak dan terbengkelai.
Terbentuknya United Nations Organizatian yang bertujuan menciptakan perdamaian dunia.



Perserikatan Bangsa Bangsa

Dampak dari Perang Dunia II lebih parah dibandingkan Perang Dunia I. untuk mencegah terjadinya Perang Dunia, 26 negara di Washington menandatangani perjanjian Atlantik (Atlantic Charter) oleh F.D. Roosevelt (Presiden Amerika Serikat) dan Winston Churcil (Perdana Menteri Inggris). Isi dari Piagam Atlantik adalah :

Setiap bangsa berhak menentukan nasib sendiri
Dibentuk organisasi penjaga perdamaian dunia
Menolak cara kekerasan dalam menyelesaikan sengketa internasional

Pada tanggal 1 Januari 1942 lahirlah Declaration of the United Nations. Menjelang akhir Perang Dunia II, pada tanggal 26 Juni 1945 di San Fransisco diadakan Konferensi Dumbarton Oaks yang dihadiri 50 negara yang menyetujui berdirinya PBB. Pada tanggal 24 Oktober 1945, lima negara besar (The Big Five) pemenang Perang Dunia II yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Uni Soviet, dan Cina bersama negara-negara lain menandatangani piagam PBB. Untuk menjalankan tugasnya, PBB memiliki lembaga-lembaga, yaitu :

Sidang Umum (General Assembly)
Dewan Keamanan (Security Council)
Dewan Ekonomi dan Sosial ( Economic and Social Council )
Dewan Perwalian (Trusteeship Council )
Mahkamah Internasional (International Court of Justice)
Sekretaris Jenderal (General Secretary)


Asas PBB adalah :

Semua anggota mempunyai persamaan derajat dan kedudukan
Segenap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama
Setiap anggota akan menyelesaikan sengketa dengan tidak membahayakan perdamaian dunia
Setiap anggota akan membantu PBB sesuai dengan ketentuan
PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain

Tujuan didirikannya PBB adalah:

Menjamin perdamaian dunia, hak-hak dan kemajuan sosial ekonomi
Penyelesaian perselisihan dengan jalan damai
Menghormati kedaulatan negara lain
Tidak boleh campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain
Mengadakan tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia

Keanggotaan PBB
Keanggotaan PBB terdiri dari anggota asli dan anggota tambahan. Anggota asli adalah 50 negara yang menandatangani Piagam San Fransisco pada tanggal 24 Juli 1945, sedangkan anggota tambahan adalah negara-negara anggota yang menyusul kemudian setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

negara merdeka
cinta damai
sanggup memenuhi kewajiban sebagaia anggota
mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB

Pejabat Sekretaris Jenderal PBB yang pernah menjabat

Trigve Lie dari Norwegia (1945 – 1953)
Daag Hammarskyold dari Swedia (1953 – 1962)
U Than dari Burma (1062 – 1971)
Kurt Waldheim dari Austria ( 1971 – 1982)
Javier Perez de Cuellar dari Peru (1982 – 1992)
Boutros-Boutros Ghali dari Mesir (1992 – 1996)
Kofi Anand dari Ghana (1997 – sekarang).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar